Militan Taliban berjanji akan mengacaukan pertimbangan Presiden AS Barrack Obama untuk mengirimkan pasukan ke Afganistan lebih banyak lagi. Demikian diberitakan Reuters, Rabu (28/10/2009).
Militan juga mulai menembakkan roket-roket ke sebuah hotel mewah dekat dengan istana kepresidenan, tepat di jantung kota Afghan. Mereka memaksa 100 lebih tamu hotel masuk ke dalam bunker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentara Taliban beralasan penargetan penginapan tersebut karena aturan PBB dalam membantu mengatur perjalanan pemungutan suara.
"Kami katakan bahwa kami akan menyerang siapapun yang berhubungan dengan proses dan serangan hari ini baru sebuah permulaan saja," ujar Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban.
(mei/rdf)











































