"Seluruh nama yang disebut dalam rekaman itu harus diperiksa oleh KPK maupun Polri. Rekaman ini sudah menjadi milik publik, jadi harus dibuat terang benderang. Kita minta keterangan kepada orang itu (pencatut) apa hubungannya dengan presiden," kata Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2009).
Menurut salah satu ketua DPP PPP ini, meski pihak SBY sudah menyatakan namanya dicatut, namun tidak tertutup kemungkinan pencatut itu mengatakan yang sebenarnya. Karena itu, penyelidikan secara mendalam oleh polisi sangat penting guna membuat segala persoalan menjadi jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menyelidiki masalah ini, keberanian pihak aparat sangat dibutuhkan. "Aparat harus berani. Kalau perlu kita beri mereka vitamin keberanian, vitamin K," kelakar politisi asal Sumut ini seraya tertawa.
Dalam kesempatan ini, mantan ketua Komisi VIII DPR ini juga mengusulkan kepada Komisi III DPR lebih proaktif menyikapi kasus ini. Jika perlu Komisi III harus memanggil 3 lembaga sekaligus dalam 1 farum rapat kerja di DPR.
Semua pihak harus proaktif, termasuk Komisi III DPR. Undang Jaksa Agung, Kapolri, KPK dalam satu forum. Biar semua menjadi terbuka dan jelas," pungkasnya.
(sho/yid)











































