Rekaman pembicaraan antara Anggodo dan timnya dengan Wisnu Subroto (mantan Jamintel), Abdul Hakim Ritonga (Wakil Jaksa Agung), dan penyidik Polri itu terjadi dari 22 Juli hingga 24 Agustus 2009. Dalam rekaman itu, kedua perempuan itu terdengar beberapa kali berkomunikasi dengan Anggodo.
Namun, Lien tampak lebih banyak berkomunikasi dengan Anggodo dibanding perempuan yang diduga anak Anggodo. Belum diketahui secara jelas identitas dua perempuan itu. Namun, ada dugaan Lien memiliki nama lengkap Ong Yuliana Gunawan. Entah siapa dia.
Sedangkan perempuan yang diduga anak Anggodo dipanggil Yes. Belum diketahui nama lengkapnya.
Dua perempuan di belakang Anggodo ini mempunya koneksi yang bagus dengan para penegak hukum. Yes diduga punya kedekatan dengan penyidik di Mabes Polri. Di rekaman terdengar bahwa Yes pernah mendapat tugas ke Mabes Polri. Sedangkan Lien, terkesan sangat dekat dengan Ritonga. Beberapa kali Lien bertemu Ritonga dan melakukan kontak telepon dengan Ritonga.
Berikut potongan rekaman rekaman yang melibatkan dua perempuan tersebut:
27 Juli 2009, 16:02:27 WIB
Perempuan (Fem) yang dipanggil Yes itu menggunakan nomor HP 0811-939-xxx.
Anggodo (AGD): Di mana Yes?
Fem: Di Radio Dalam
AGD: Udah balik apa masih mau pergi?
Fem: Udah jalan, mau ke Mabes
AGD: Di Mabes sama siapa?
Fem: Sama Didi
AGD: Bilang Didi, waktu belok langsung berhenti kiri yah. Nanti papah mau ikut mobil lu masuk ke dalam
28 Jui 2009, 20:19:09 WIB
Lien (Fem) menggunakan nomor HP 0818-981-xxx.
Fem: Yang... tadi Pak Ritonga tak telepon, besok itu rapat jam 9
AGD: jam 9 apa?
SP: Jam 9 pagi, cuma sebentar aja, de'e masuk jam setengah 8 ada rapat sebentar
AGD: terus janji Pak Ritonga jam berapa?
Fem: ya pagi nunggu dia sebentar
AGD: ya jam 8 aja berangkatnya.
28 Juli 2009, 21:41:22 WIB
AGD: Di mana?
Fem: Di rumah tetangga nunggu pizza. Gak denger aku. Dari mana? Udah pulang?
AGD: Udah di depan rumah. Nevo udah ngirim berkas itu, beliin amplop ya, besok kontak ente.. ngomong ke Ritonga, Edi Sumarsoo itu bajingan bener, sebenarnya dia mengingkari semua
Fem: Ntar aku tak ngomong
AGD: Bisa ditahan dia sama Ritonga
Fem: Udah ditahan dia itu
AGD: Bukan, dia ada urusan sendiri mau ditahan sama Ritonga.
Fem: Urusannya itu dia, dia kan gak dijalani, ngerti? Sekarang kena urusan ditahan dia itu kata Ritonga. Karena dia dulu ada masalah gak ditahan, jadi dia dianggep dia masuk, tapi dianggep percobaan. Ngerti ga? sekarang kena. Aku diceritain Ritonga satu-satu.
AGD: besok penting ngomong, Edi ngingkari Pak, padahal dia itu saksinya Antasari bawa Chandra.
6 Agustus 2009, 20:26:51 WIB
Fem: Tadi pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok. Ketawa-tawa dia. Pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngerti? Kalau gak gitu, kita yang mati. Soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti gak?
AGD: Siapa?
Fem: Kita semua. Pak Ritonga, pokoknya didukung, jadi KPK nanti ditutup, ngerti gak?
AGD: Iya-iya
Fem: Udah pokoknya jangan kuatir, ini urusannya bisa tuntas, harus selesai dia ngomong begitu, Pak Ritonga. Bener Pak Ritonga itu lho, siapa polisi itu, si Susno itu. Kemarin Pak Ritonga di anu itu, Pak Ritonga ngamuk. Kan dia anu pak, janji to? Gitu lho, kok dia yang nyelewengin, gak berani dia.
7 Agustus 2009, 00:14:26 WIB
Lien dihubungi seorang laki-laki, yang pasti bukan Anggodo.
Male: Halo Lien, di apartemen?
Fem: Iya, lagi renovasi
Male: Affan di Medaeng dipindah, kena kasus. Dia meres orang Cap Tiaw Cap. Sekarang dipindah di Kanwil sementara di non job
Fem: Medaeng siapa?
Male: Pak Wahyu, terus Masaro itu punya Anggodo ya?
Fem: Anggoro tambah rame
Male: Dia dicari to?
Fem: engga, dia di Singapura udah lama kok. Ciamik ini sekarang, Antasari kurang ajar.
(asy/nrl)











































