Paul dilaporkan tewas pada Selasa (27/10/2009) kepada Polsek Kuta Selatan. Demikian disampaikan Kapolsek Kuta Selatan Nanang Prihasmoko, Rabu (28/10/2009).
Paul ditemukan sekarat oleh pacarnya Sally di kamar mandi kamar 403, villa Bluepoint, pukul 21.30 Wita, Senin (26/10/2009). Korban pun langsung dilarikan ke RS Kasih Ibu, Kedonganan, Jimbaran. Namun, nyawa Paul tidak tertolong lagi. "Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah
sakit," kata Nanang.
Polisi kemudian merujuk korban ke RSUP Sanglah, Denpasar untuk menjalani otopsi. Otopsi untuk mengetahui apakah ada kejanggalan dan bukti meninggal karena aksi kejatana.
Namun, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban apakah dibunuh atau karena over dosis akibat minuman keras. "Kita tunggu hasil otopsi," ujarnya.
Polisi pun tidak menemukan luka baru di tubuh korban akibat tindak kriminal. Hanya terdapat luka di kepala korban yang diduga akibat terbentur saat berselancar sekitar empat hari sebelumnya.
Nanang menjelaskan kronologi tewasnya korban. Korban bersama pacarnya yang tengah berbulan madu menginap di villa sejak 24 Oktober 2009. Pada Senin malam, Pauk dan Sally menegak minuman keras. Usai pesta miras, Sally keluar villa meninggalkan Paul. Namun begitu kembali ke villa, Sally terkejut menemukan Paul dalam kondisi sekarat di kamar mandi serta pecahan botol miras berserakan.
"Kemungkinan juga korban meninggal akibat over dosis atau tindak kriminal," kata Nanang.
(gds/djo)











































