Ribka: Marzuki Alie Paranoid dan Arogan

Rapat Komisi IX-Menkes Batal

Ribka: Marzuki Alie Paranoid dan Arogan

- detikNews
Rabu, 28 Okt 2009 13:43 WIB
Ribka: Marzuki Alie Paranoid dan Arogan
Jakarta - Pembatalan pemanggilan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih untuk rapat dengan Komisi IX DPR membuat Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning meradang. Pemanggilan menkes dinilai sudah sesuai prosedur.

"Saya sudah melakukan prosedur yang benar. Sudah mengajukan permohonan pemanggilan kepada pimpinan DPR, Pak Marwoto. Kok tiba-tiba, tadi malam, saya dikasih tahu kalau Pak Marzuki Alie membatalkan," kata Ribka.

Hal ini disampaikan dia di ruang kerjanya, Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2009).

Selain itu, menurut Ribka, alasan Menkes tidak hadir dalam rapat pun dinilai aneh.

"Menjadi aneh juga saat Menteri Kesehatan Endang malah mengunjungi pameran rumah sakit swasta hari ini. Padahal tadi pagi, Depkes mengirimkan surat bahwa Menteri Endang tidak bisa datang karena ada rapat internal. Ini namanya meledek saya," ujarnya.

Ribka menilai, Marzuki Alie terlalu paranoid menanggapi isu kontroversial yang melanda Menkes.

"Pak Marzuki perlu dipsikotes. Jangan sedikit-sedikit paranoid. Selama ini, kita undang Menkes karena kita mitra kerjanya menkes. Bu Siti Fadilah pernah sampai nangis di Komisi IX itu biasa saja," papar perempuan bersuara besar ini.

Menurut politisi PDIP ini, Marzuki terkesan melindungi Menkes. Ribka merasa haknya dikebiri.

"Sepertinya kita dibatasi. Kalau begitu fungsi pengawasan kita apa dong, kalau kita tidak boleh memanggil menteri. Ini bentuk arogansi mirip Orba, kita jadi takut mau mengajukan usulan pemanggilan lagi. Saya merasa hak saya dikebiri. Sudah melakukan sesuai prosedur tetapi diputuskan sepihak oleh Pak Marzuki," protes perempuan bergelar dokter ini.

Padahal, lanjut dia, Partai Demokrat dalam rapat pleno Selasa kemarin mengusulkan mau mempertanyakan masalah Namru kepada Menkes. Fraksi lain juga sudah menyiapkan pertanyaan untuk hari ini.

"Memang ada rencana peternak di Sukabumi yang diambil darahnya oleh Menkes Endang mau datang ke raker ini, ya saya perbolehkan, apa karena itu ya," cetus Ribka sambil tertawa.

Marzuki sebelumnya mengatakan, pemanggilan harus melalui sistem yang jelas. Marzuki juga meminta Menkes jangan disudutkan dengan terkait pernyataannya yang akan menjalin kerjasama dengan The US Naval Medical Research Unit Two (Namru). (aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads