Masyarakat Tolak Kenaikan Gaji Menteri

Masyarakat Tolak Kenaikan Gaji Menteri

- detikNews
Rabu, 28 Okt 2009 13:39 WIB
Masyarakat Tolak Kenaikan Gaji Menteri
Jakarta - Tidak sedikit pihak yang menyayangkan rencana kenaikan gaji menteri dan presiden. Termasuk masyarakat di beberapa wilayah Jakarta, yang menyayangkan wacana kenaikan gaji tersebut.

Mereka meminta para pejabat tinggi negeri ini menunjukkan kinerja yang baik terlebih dahulu. Rencana kenaikan gaji dirasa kurang pantas karena para menteri baru saja dilantik dan belum menunjukkan kinerjanya.

"Menteri enak banget kerja belum sudah naik gaji. Yang kaya makin kaya yang susah makin susah. Ga setuju, kerja dulu aja mendingan. Liat kinerjanya dulu," ujar Lia (19), seorang mahasiswi kepada detikcom, di wilayah Pulo Mas, kelurahan Kayu Putih, kecamatan Pulo Gadung, Jakarta, Selasa (27/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian halnya dengan Nensi (51), seorang pemilik warung makan di daerah Pulo Mas yang berpendapat tidak perlu adanya kenaikan gaji para menteri maupun presiden. "Gaji presiden nggak usah digede-gedein, yang kecil banyak yang nganggur. Menteri sama saja. Gaji orang pada kerja kecil, nggak pada naik," kata wanita yang membuka warung makan sejak tahun 1983.

Sementara Hasyim (47), seorang tukang gali, berharap agar para menteri lebih memikirkan kesejahteraan rakyatnya daripada masalah kenaikan gaji. Menteri seharusnya mampu mencarikan solusi bagi rakyatnya yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

"Menurut saya, menteri jangan naik gaji dulu. Rakyatnya dulu yang susah-susah, cari solusi untuk angkat kemiskinan," tutur dia.

Sedangkan Lulu (47), seorang supir taksi, beranggapan belum waktunya bagi para menteri untuk naik gaji. Menurutnya, para menteri masih harus membuktikan dulu kinerja mereka kepada rakyatnya.

"Menurut saya, belum waktunya karena rakyat itu masih dalam keadaan susah, ekonomi belum mapan. Tidak setuju, tunjukkan dulu kepada rakyat," kata Lulu.
(nvc/yid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads