Rekaman pembicaraan antara Anggodo bersama timnya dengan Wisnu Subroto (mantan Jamintel) dan Ritonga itu terjadi mulai 22 Juli hingga 24 Agustus 2009. Durasi pembicaraan untuk menyusun skenario kriminalisasi pimpinan KPK itu sekitar satu bulan lebih. Bisa jadi durasi pembicaraan skenario itu lebih lama, karena mungkin masih ada rekaman lanjutan yang masih tersimpan rapat di KPK.
Di awal pembicaraan mengenai skenario kriminalisasi pimpinan KPK itu, Wisnu Subroto masih menjabat sebagai Jamintel dan Ritonga masih menjabat sebagai Jampidum. Sebab, catatan detikcom, Keppres tentang pengangkatan Ritonga sebagai Wakil Jaksa Agung dan pemberhentian Wisno Subroto dari Jamintel baru terbit 31 Juli 2009 dengan Keppres bernomor 74/M/2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut percakapan yang mulai menyebut nama Ritonga. Percakapan terjadi antara Anggodo dengan seorang perempuan bernomor HP 0818981xxx yang berisikan rencana atau janjian bertemu Ritonga:
Suara perempuan (SP): yang tadi Pak Ritonga tak telepon, besok itu rapat jam 9
Anggodo: jam 9 apa?
SP: Jam9 pagi, cuma sebentar aja, de'e masuk jam setengah 8 ada rapat sebentar
Anggodo: terus janji Pak Ritonga jam berapa?
SP: ya pagi nunggu dia sebentar
Anggodo: ya jam 8 aja berangkatnya.
Setelah Keppres pengangkatan Ritonga terbit, nama Ritonga terus disebut-sebut. Bahkan, pada 6 Agustus 2009, ada percakapan seorang perempuan yang diduga Yuliana Gunawan atau Lien dengan Anggodo yang mencatut nama Presiden SBY.
"Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lo," ujar seorang perempuan itu.
6 Agustus 2009, Ritonga masih menjabat sebagai Jampidum, karena belum dilantik jadi Wakil Jaksa Agung. Ritonga baru dilantik sebagai Wakil Jaksa Agung pada 12 Agustus 2009.
Nah, apakah pencatutan nama SBY itu terkait dengan pengangkatan Ritonga? SBY, lewat Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, sudah membantah kaitan ini. "Saya sudah tanyakan dan konsultasikan ke Presiden, Presiden menegaskan tidak pernah ada pembicaraan pada siapa pun mengenai Wakil Jaksa Agung," tegas Dino.
Rekaman pembicaraan mengenai skenario kriminalisasi pimpinan KPK antara Anggodo dengan Wisnu dan Ritonga terus berlanjut meski Ritonga sudah resmi menjabat Wakil Jaksa Agung dan Wisnu sudah berhenti dari Jamintel. Salah satunya tentang pembicaraan mengenai duren. Entah 'duren' apa yang dimaksud mereka.
Ritonga: Aku dikirimi duren ya?
Lien : Iya. Sudah Pak.
Ritonga : Siapa yang kirim?
Lien : Sudah datang durennya?
Ritonga : Iya, sudah datang 2 kardus. 2 Kotak. Terimakasih ya.
Lien : Iya Pak
Terhadap pembicaraan ini, Wisnu Subroto mengakui rekaman pembicaraan itu. Namun, Ritonga masih membantahnya. Sementara pihak Anggodo mengakui adanya rekaman itu, termasuk menilai bahwa pencatutan nama SBY hanya guyonan.
(asy/ndr)










































