Jimly: Nanti akan Terlihat Mana yang Benar dan Salah

Rekayasa Kriminalisasi KPK

Jimly: Nanti akan Terlihat Mana yang Benar dan Salah

- detikNews
Rabu, 28 Okt 2009 11:03 WIB
Jimly: Nanti akan Terlihat Mana yang Benar dan Salah
Jakarta - Nama-nama sejumlah petinggi Kejaksaan Agung dan Mabes Polri, bahkan Presiden SBY, masuk dalam transkrip rekaman yang berisi rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK. Masalah ini harus diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum agar jelas.

"Kita serahkan saja kepada mekanisme kejaksaan, nanti akan ketemu dengan sendirinya kebenaran. Pasti akan terlihat mana yang benar dan mana yang salah," kata pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie saat dihubungi detikcom, Rabu (28/10/2009).

Mantan Ketua MK ini juga meminta agar publik jangan hanya berkutat pada soal transkrip yang beredar. "Kita tidak usah perluas masalahnya, jangan jadi dipolitisir," tambah Jimly.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagimana dengan persoalan nama Presiden SBY yang ikut terseret dalam transkrip tersebut? Jimly tidak memandang itu sebagai sesuatu hal yang serius.

"Beliau kan orang besar, wajar saja namanya sering disebut. Nama saya saja kadang disebut oleh teman saya yang mau minta sumbangan, nggak usah dipercaya begitu saja," jelas Jimly.

Transkrip rekaman tentang rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK yang mencatut nama SBY berbunyi:

"Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lo," ujar seorang wanita yang diduga bernama Yuliana Gunawan atau Lien, dalam percakapan dengan seorang pria yang suaranya mirip Anggodo pada percakapan 6 Agustus.

Lien, dalam rekaman yang beredar itu, merupakan orang yang kerap berhubungan dengan Ritonga, petinggi Kejagung. Dia juga kerap menggunakan kata yang atau sayang saat berbincang dengan Anggodo.

Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu, namun wanita bernama Lien itu meyakinkan. "Harus ditegakno, ngarang yo opo si yang (harus tega, masa mengarang?)" jelas Lien.

(mok/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads