"Perempuan itu siapa tahu lagi godain Anggodo, cuma becandaan doang, ngaku-ngaku Ritonga gini loh," jelas pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang saat dihubungi detikcom, Rabu (28/10/2009).
Bonaran tidak melihat penyebutan nama SBY dalam transkrip yang beredar tersebut sebagai sesuatu yang salah. Namun saat didesak konteks yang diperbincangkan dalam pembicaraan itu, Bonaran mengaku tidak tahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bonaran yang juga kuasa hukum Anggoro Widjojo, penyebutan nama SBY menjadi salah jika antar pejabat yang membicarakannya. "Kalau misalnya ada pembicaraan Anggodo dan Pak Ritonga, itu baru salah, tapi ini kan hanya mereka berdua," jelasnya.
Bonaran juga meminta agar KPK segera membuka rekaman yang asli kepada publik. Ia khawatir ada kesalahan dalam transkrip yang beredar di kalangan pers.
Transkrip rekaman yang mencatut nama SBY berbunyi:
"Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lo," ujar seorang wanita bernama Yuliana Gunawan atau Lien, dalam percakapan dengan seorang pria yang suaranya mirip Anggodo pada percakapan 6 Agustus.
Lien, dalam rekaman yang beredar itu, merupakan orang yang kerap berhubungan dengan Ritonga, petinggi Kejagung. Dia juga kerap menggunakan kata yang atau sayang saat berbincang dengan Anggodo.
Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu, namun wanita bernama Lien itu meyakinkan. "Harus ditegakno, ngarang yo opo si yang (harus tega, masa mengarang?)" jelas Lien. (mok/iy)











































