Unjuk rasa pertama datang dari Migrant Care, Perhimpunan Indonesia Untuk Buruh Migran Berdaulat. Mereka akan menggelar aksi mulai pukul 09.00 WIB, Rabu (28/10/2009).
Aksi damai tersebut digelar dalam rangka keprihatinan atas meninggalnya Muntik Bani, pembantu rumah tangga asal Jombang, Jawa Timur, di Malaysia. Muntik mengalami penyiksaan keji oleh majikannya bernama Vanitha dan Murugan. Sebelum meninggal, Muntik sempat dirawat selama 6 hari di Rumah Sakit Tengku Ampunan Rahimah, Klang Selangor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara aksi kedua dilakukan oleh massa yang menamakan diri Para Wali. Mereka akan mendatangi Kedubes Malaysia untuk melancarkan protes terhadap klaim kebudayaan Indonesia oleh Malaysia.
Dikatakan Ricky, koordinator aksi, tiap negara mempunyai ciri khas yang berbeda-beda. Namun, budaya Indonesia selalu menjadi incaran malaysia di antaranya wayang, batik, tari, pulau, serta lagu daerah.
"Dan yang terkahir adalah pembajakan karya anak bangsa "Wali Band" salah yang sedang populer di belantika musik Indonesia dibajak oleh mafia industri di Malaysia," kata Ricky.
Menurutnya, aksi Para Wali akan dimulai pukul 14.00 WIB.
(irw/Rez)











































