"DNA keluarga sudah diambil," kata Kapolresta Semarang Selatan AKBP Nurkholis di Mapolres Semarang Timur, Jl Brigjen Sudiarto, Selasa (27/10/2009).
Nurkholis menjelaskan, pengambilan DNA ini sangat penting. Jika sewaktu-waktu ada penemuan bayi, polisi akan mengambil DNA-nya dan dicocokkan dengan DNA yang sudah diambil.
Ditambahkan dia, sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian di lingkup Polwiltabes Semarang. Selain untuk memburu pelaku, kerja sama itu dilakukan untuk menemukan bayi.
"Kami juga berharap masyarakat melaporkan jika mencurigai orang yang membawa bayi yang bukan anaknya," pungkasnya.
(try/djo)











































