"Ya meteor jenis asteroid. Ini direkam oleh 11 stasiun internasional yang biasa digunakan untuk percobaan nulkir," kata Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin melalui telepon, Selasa (27/10/2009).
Data ini diperoleh LAPAN pada 19 Oktober lalu. "Stasiun itu mendeteksi adanya ledakan besar yang mempunyai kekuatan 50 kiloton, kemudian dari analisis, meteroit itu berdiameter 10 meter dengan kecepatan 73 ribu Km/jam," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, meteroit besar ini probabilitas masuk ke atmosfer bumi dalam kisaran waktu 2-12 tahun. Saat masuk ke atmosfer, ada transfer energi dan tekanan udara yang menimbulkan ledakan.
"Jadi ada getaran juga karena besar ledakannya. Kalau jatuh di darat bisa menimbulkan dampak yang lumayan parah," tutupnya.
(ndr/iy)











































