"Kemarin anggaran MUI hilang di tengah jalan," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo ketika memberikan sambutan dalam acara silaturahmi dan rapat pleno MUI Provinsi DKI, di Gedung Utama Balaikota, Jalan Merdeka, Selasa (27/10/2009).
Pos anggaran untuk MUI telah hilang saat dibawa ke rapat paripurna DPRD periode lalu. Kini, pria yang biasa disapa Foke itu pun berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di DPRD yang sekarang.
"Saya titip kepada teman-teman di DPRD, supaya jangan terulang. Yang sudah berlalu biarlah, kita menatap ke depan," tambah pria yang akrab di sebut Foke ini.
Terkait hal tersebut, Sekretaris MUI Provinsi DKI Noer Syuaib Munzir mengatakan, anggaran tersebut bukanlah hilang. Melainkan ada penyusutan dari dana yang dianggarkan.
Menurutnya, dana yang dianggarkan sebelumnya sebesar Rp 3,5 miliar. Namun hanya Rp 1 miliar yang diberikan oleh DPRD DKI. Kekurangan tersebut kini sudah ditutup oleh Pemprov DKI Jakarta.
Lebih lanjut Noer menyatakan, penurunan anggaran MUI ini membuat banyak dosen yang mengajar untuk pendidikan kader ulama tidak dibayarkan gajinya. Namun pihaknya bisa memahami penurunan angggaran tersebut.
"Kita ngutang gaji kiai, tapi nanti akan segera dibayarkan. Rp 150 Ribu sekali ngajar," kata Noer.
Saat dikonfirmasi, DPRD periode 2009-2014 sendiri mengaku tidak tahu menahu terkait kasus ini. Tetapi anggota DPRD berjanji, hal seperti ini tidak akan terulang.
"Kita akan kawal di RABN besok (2009-2010), semoga tidak terjadi lagi," terang Wakil Ketua III DPRD provinsi DKI, Lulung Lunggana.
(her/mad)










































