Pengacara Anggoro: RI-1 Dalam Rekaman Terkait Surat Perlindungan

Rekayasa Kasus Pimpinan KPK

Pengacara Anggoro: RI-1 Dalam Rekaman Terkait Surat Perlindungan

- detikNews
Selasa, 27 Okt 2009 16:02 WIB
Pengacara Anggoro: RI-1 Dalam Rekaman Terkait Surat Perlindungan
Jakarta - Kuasa hukum buronan KPK Anggoro Widjojo mempunyai dugaan khusus terkait adanya nama Presiden SBY dalam transkrip rekaman rekayasa kasus pimpinan KPK. Nama RI-1 muncul dalam kaitannya dengan surat perlindungan bagi Anggoro Widjojo.

"Waktu itu kita pernah mengirimkan surat ke RI-1, tanggal 10 Agustus 2009 untuk meminta perlindungan hukum buat Anggoro. Kita mau cek sudah diterima apa belum," kata pengacara Anggoro, Bonaran Situmeang, saat dihubungi lewat telepon, Selasa (27/10/2009).

Namun ia tidak mau berkomentar lebih jauh soal isi transkrip rekaman lainnya yang sudah beredar di kalangan wartawan. Bonaran hanya akan buka mulut, jika pihak KPK sudah secara resmi mengungkap rekaman tersebut.

"Ini kalau resmi dibuka KPK nanti akan kita ngomong. Lebih baik versi KPK dibuka dulu," tegasnya.

Bonaran yang juga pengacara adik Anggoro, Anggodo, ini menambahkan, kliennya memang mengenal beberapa pejabat di Kejaksaan Agung. Namun perkenalan itu sebatas konsultasi masalah hukum saja.

Selain itu, ia juga membantah adanya kabar soal pemberian mobil pada pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung) seperti yang tercantum dalam transkrip rekaman. Termasuk pada komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang disebutkan dalam dokumen lain.

"Motifnya buat apa. Kalau ke LPSK kan tidak ada permohonan yang dikabulkan. Selain itu, kasus Anggoro kan di KPK bukan di Kejagung," tutupnya.

Transkrip rekaman yang mencatut nama SBY berbunyi:

"Pokoke saiki Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lo," ujar seorang wanita bernama Yuliana Gunawan atau Lien, dalam percakapan dengan seorang pria yang suaranya mirip Anggodo pada percakapan 6 Agustus.

Lien, dalam rekaman yang beredar itu, merupakan orang yang kerap berhubungan dengan Ritonga, petinggi Kejagung. Dia juga kerap menggunakan kata yang atau sayang saat berbincang dengan Anggodo.

Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu, namun wanita bernama Lien itu meyakinkan. "Harus ditegakno, ngarang yo opo si yang (harus ditegakkan, masa mengarang?" jelas Lien.

(mad/nrl)


Berita Terkait