Hal ini diungkapkan Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2009). Tjahjo pun mengusulkan agar pimpinan DPR mengagendakan memanggil Departemen PU yang bertanggung jawab atas Gedung Nusantara I.
"Kami sudah berinisiatif memanggil kontraktor. Kami diberi tahu kalau konstruksi bangunan Gedung Nusantara I sudah banyak yang retak dan tidak memenuhi persyaratan, 25 persennya dalam kondisi memprihatinkan," kata Tjahjo.
Menurut Tjahjo, pemanggilan Departemen PU itu harus dilakukan secepatnya. Sebab hal ini menyangkut keselamatan para wakil rakyat yang terhormat.
"Kami tidak menakut-nakuti pimpinan. Kami mohon pimpinan mengagendakan pertemuan dengan Departemen PU dengan melibatkan Sekjen secepat mungkin. Saya yakin ketua bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat demi keselamatan para anggota DPR yang terhormat," kata Tjahjo yang disambut tepuk tangan riuh para peserta rapat.
Usulan ini ditanggapi positif oleh Marzuki Alie selaku Ketua DPR. Bahkan Marzuki mengaku sudah memerintahkan Sekjen agar dilakukan penelitian yang komprehensif atas Gedung Nusantara I untuk melihat kondisi dan kelayakan bangunan.
"Saya sudah perintahkan langsung ke Sekjen karena ini menyangkut nyawa seluruh wakil rayata dari seluruh Indonesia," kata Marzuki.
Gedung Nusantara I terdiri dari 24 lantai. Gedung ini merupakan tempat para anggota Dewan berkantor. Saat gempa mengguncang Jakarta 17 Oktober lalu, para anggota Dewan yang masih di lantai atas dilanda kepanikan dan berebutan turun dan menyelamatkan diri.
(sho/nrl)











































