Aksi berlangsung di depan Kantor Bupati Bima di Jalan Soekarno β Hatta, Kota Bima, Selasa (27/10/2009). Mahasiswa yang terdiri dari Ikatan Muda Muhammadiyah dan Badan Ekskutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Bima ini kesal karena tak bisa bertemu dengan Bupai Bima, Fery Zulkarnain. Mahasiswa lantas mengungkapkan kekesalannya pada aparat kepolisian.
Semula mahasiswa memaksa masuk area kantor bupati. Setelah terlibat aksi saling dorong, sebagian mahasiswa yang sudah tak tahan, mulai melempar aparat kepolisian dengan botol-botol berisi air mineral. Sebagian mahasiswa yang lain juga melempar dengan batu dan benda tumpul lain yang didapat di lokasi aksi.
Polisi yang berlindung di balik tameng, akhirnya habis kesabaran. Polisi mulai memburu mahasiswa yang kedapatan melempar. Mahasiswa yang menghindar dikejar. Sebagian mahasiswa dilaporkan luka lebam, karena terkena pukulan. Namun tak ada mahasiswa yang ditangkap.
Aksi mahasiswa ini sudah berlangsung sejak hari Sabtu pekan lalu. Mereka menuntut pemecatan Sahabuddin, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi setempat, karena diduga berzinah dengan staf di Dinas Pendapatan. Sahabuddin sendiri telah menampik segala tudingan. Namun gelombang aksi tak terbendung.
Aksi menuntut agar Sahabuddin dipecat bahkan berlangsung hingga ke Mataram. Mahasiswa Bima yang tengah menuntut ilmu di Kota ini, juga dalam dua hari menggelar aksi menuntut pemecatan atas Sahabuddin.
(djo/djo)











































