"Sekarang kalau tidak menanggapi itu kan kita tidak tahu siapa. Jadi apa yang mau ditanggapi, apa berita," kata Ritonga jumpa pers di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta, Selasa (27/10/2009).
Nomor HP tersebut disebut-sebut milik Ritonga. Penelusuran wartawan, nomor yang terungkap dalam rekaman itu sama dengan nomor HP Ritonga yang dimiliki para wartawan.
Saat rekaman terjadi, Ritonga menjabat sebagai Jampidum. Rekaman itu terjadi pada Juli-Agustus 2009. Ritonga dalam rekaman yang beredar luas diketahui berbincang dengan seorang perempuan, teman dekat adik buron KPK Anggodo Widjojo, Anggodo Widjojo.
Bahkan Ritonga dan Anggodo cs sempat melakukan pertemuan di kantor Jampidum. Anggodo Cs juga sempat menyambangi rumah Ritonga di Pulomas, Jakarta Timur.
Bagaimana Anda menanggapi itu? "Saya tidak mau menanggapi rumor itu," tukas Ritonga.
Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, Senin (26/10/2009) kemarin, membenarkan adanya rekaman yang berisi rekayasa kasus atas pimpinan KPK yang dilakukan oleh pejabat Kejagung dan Mabes Polri. Rekaman itu menurut Tumpak masih disimpan rapat KPK. Ia heran transkrip rekaman itu bisa beredar luas.
Pejabat Kejagung yang disebut-sebut dalam rekaman itu adalah Abdul Hakin Ritonga dan mantan Jamintel Wisnu Subroto. Sementara pejabat Mabes Polri yang disebut-sebut dalam rekaman itu adalah Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji dan mantan Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko. (ndr/iy)











































