"Ini Pak Agung Laksono," kata seorang guru memperkenalkan Menko Kesraย Agung Laksono di hadapan para murid kelas dua SDN 11, Enam Lingkung, Padang Pariaman, Senin (26/10/2008).
Wajah murid-murid itu terlihat antusias melihat rombongan menteri mengunjungi tenda tempat mereka belajar. Puluhan murid SD tersebut terpaksa belajar di tenda karena sekolah mereka hacur akibat gempa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tadi sudah dapat laporan tentang kerusakan yang terjadi. Mudah-mudahan dengan data ini kita bisa masuk tahap rekonstruksi," katanya.
Sekolah darurat itu didirikan di sebuah lapangan. Para murid harus belajar dengan alas terpal dan beralaskan tenda. Satu tenda terdiri dari dua kelas yang dipisahkan menggunakan triplek.
"Sementara begini tidak apa-apa yang penting selamat dan jangan patah semangat belajar. Kami akan bangun kembali karena pendidikan itu penting," kata Agung.
Pada kesempatan itu Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar memberikan segepok uang pecahan Rp 50 ribu untuk uang jajan murid-murid. Uang itu diserahkan ke salah seorang guru sekolah itu. "Ini buat uang jajan," kata Patrialis.
Kunjungan tersebut, selain diikuti Agung dan Patrialis, juga diikuti Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa dan Menneg Pemberdayaan Perempuan Linda Amalia Sari.
(nal/iy)











































