"Saya tidak pernah menodong," kata Hengky.
Hal itu disampaikan Hengky saat menjawab pertanyaan Oentarto di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (26/10/2009). Sebelumnya, Oentarto mengaku telah ditodong Hengky untuk menandatangani Radiogram.
Β
Akibat bantahan itu, Oentarto berang. Eks Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri tersebut kembali melontarkan pertanyaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hengky tetap membantah. Ia malah menuduh Oentarto telah merekayasa kejadian itu.
"Bapak jangan belok-belokin kasus ini. Saya hanya ditugaskan membawa pistol, tapi tidak pernah menodong," timpal Hengky.
Cekcok mulut tak terhindarkan. Hengky tetap merasa tidak menodong dan Oentarto yakin dirinya telah ditodong.
Melihat hal ini, Ketua Majelis Hakim Tjokorda Rai Suamba meminta agar perdebatan dihentikan. "Sudah-sudah, kalau saksi menjawab tidak menodong ya sudah jangan dipaksa," kata Rai menengahi.
Saat dikonfimasi usai persidangan, Hengky mengaku dirinya selalu membawa pistol ke mana pun dia pergi. Namun ia tetap membantah telah menodong Oentarto.
"Saya hanya bawa di belakang (sambil menunjukkan posisi pistol)," jelas Hengky singkat.
Kasus ini berawal dari adanya Radiogram Mendagri yang berisi agar pemda di seluruh daerah menggunakan tipe dan jenis tertentu dalam pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar). Usat punya usut jenis dan tipe yang disebutkan dalam Radiogram tersebut hanya diproduksi oleh perusahaan Hengky.
Sebelumnya, Oentarto mengaku saat menandatangi surat Radiogram dirinya ditodong Hengky dengan dua buah pistol. Selain itu Hengky juga mengaku telah mendapat arahan dari Hari Sabarno (Mendagri era itu).
(ape/nrl)











































