Kejadian tersebut berawal dari pertengkaran antara Yanto dan Juriah. Warga Dusun Pulosari, Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ini menuding Juriah menggelapkan titipan istrinya.
Juriah merupakan teman istri Yanto. Mereka selama ini bekerja sebagai TKI di Hongkong. Namun ketika Juriah kembali ke tanah air, istri Yanto tidak ikut serta. Tidak jelas mengapa istri Yanto tidak pulang ke Indonesia.
Yanto hanya mendapat kabar bahwa istrinya menitipkan hasil kerjanya di Hongkong kepada Juriah. Namun semuanya itu tidak pernah sampai ke tangannya. Yanto memang melihat Juriah membawa berbagai oleh-oleh untuk keluarganya saat pulang kampung.
Iri, kangen dan kesal pun bercampur menjadi satu di hati Yanto. Dia pun kemudian mendatangi rumah Juriah. Sayangnya, Yanto tipe pria yang gampang panas. Bukannya bertanya baik-baik, dia langsung tancap gas melampiaskan kejengkelannya.
"Dia datang ke rumah saya sambil marah-marah. Tidak cuma itu, dia juga menyiramkan bensin dan langsung membakar rumah saya," ujar kada, salah satu kerabat Juriah yang menjadi korban kemarahan Yanto, Senin (26/10/2009).
Api dengan cepat merambat ke seluruh ruangan. Berbagai perabotan rumah tangga, seperti kursi, meja, dan gorden langsung terbakar. Demikian juga dengan para penghuni rumah selain Kada, yakni Juriah, Agus (16), Sakir (35), dan Kaswan (72). Mereka mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.
Yanto sendiri karena terlalu emosi, tidak menyadari kalau dirinya juga terkena siraman bensin. Akibatnya cukup fatal, api pun ikut menjilat tubuhnya dan menyebabkan luka bakar yang cukup serius.
Kini para korban, termasuk Yanto, dirawat secara intensif di RSUD Ajibarang, Banyumas. Akibat luka-luka yang dideritanya, Yanto juga belum bisa dimintai keterangan oleh polisi.
(djo/djo)











































