Dalam rekaman yang beredar itu, peran Anggodo dalam membuat skenario tampak jelas. Bagaimana kronologi penyerahan uang, kapan dan di mana tempatnya, dan siapa saja yang terlibat, Anggodo yang mengatur. Ini seperti terlihat dalam percakapan telepon Anggodo dengan seseorang yang diduga penegak hukum pada 8 Agustus 2009.
"Sama harus dikaitkan ini seperti sindikat Edi, Ari (Ari Muladi), sama KPK satu sindikat mau memeras kita," terang suara mirip Anggodo dalam rekaman yang beredar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya si Ari sudah di-BAP seperti kronologi, dan saya sudah diperiksa seperti kronologi," tambah suara mirip Anggodo.
Dalam percakapan itu, dia juga meminta kepada oknum penegak hukum itu, tidak membuka status Ari Muladi, yang saat itu telah ditetapkan sebagai tersangka, terkait kasus penipuan dan penggelapan dalam isu suap ke KPK ini.
"Sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status Ari itu, kita merasa Ari sama Edi dan ini tuh, ini kita diperas KPK, sudah kita bayar, kenapa jadi masalah begini? Gitu loh bos," terang suara mirip Anggodo itu.
Soal ini tegas-tegas disangkal kubu Anggodo. Melalui pengacaranya Bonaran Situmeang dia justru menantang KPK untuk membuka mengenai rekaman itu.
(ndr/iy)










































