Peran pejabat korps Adhyaksa itu tampak dalam rekaman telepon antara pejabat Kejagung dan Anggodo Widjojo, adik buron KPK Anggoro Widjojo yang beredar. 2 Pejabat di Kejagung itu yakni mantan Jamintel Wisnu Subroto dan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga.
Dalam rekaman itu, keduanya diketahui melakukan pertemuan dan berkomunikasi melalui telepon dengan Anggodo. Isi percakapan mengenai penyusunan kronologi kasus suap di KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya saja, nama Susno disebut dalam percakapan antara Wisnu dan Anggodo pada 22 Juli 2009. "Iya nanti masih dicari Pak (bukti adanya karcis mobil disebuah hotel lokasi pertemuan dengan pimpinan KPK). Nanti malam saya rencananya ngajak si Edi sama Ari, ketemu sama Truno 3 (Susno)," jelas suara mirip Anggodo.
Wisnu pun lantas meyakinkan Anggodo, agar serius akan kasus itu. "Ya yang penting serius saja, yang sono (Susno )serius bukan terus main-main," ujar suara mirip Wisnu itu.
Kemudian juga pada 30 Juli 2009, percakapan Wisnu dan Anggodo kembali menyinggung Susno. Termasuk soal pengaturan skenario menciptakan sosok bernama Toni, yang seolah-olah memberikan uang ke Chandra M Hamzah.
"Tapi Susno udah tau Pak, Toni itu Anggodo?" terang suara mirip Anggodo.
"Katanya enggak kok? Pak Edi (Eddy Soemarsono teman dekat Antasari) sudah tak tanya, Toni itu Anggodo? Enggak tak ada, karena saya dikasih tahu oleh Pak Susno kemarin dia (Eddi) dipanggil," jawab Wisnu.
Anggodo pun kemudian meminta agar Wisnu tetap percaya kepada dirinya. "Pak Wisnu kan percaya saya, soal Toni ini kan saya ngomong ke Bapak," ujar suara mirip Anggodo.
Sementara peran petinggi kepolisian tampak dari rekaman dilibatkan setelah Anggodo berkoordinasi dengan pejabat di Kejagung. Hal ini tampak dari rekaman telepon suara mirip mantan Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko dengan Anggodo pada 27 Juli 2009.
Dalam rekaman, Anggodo mengaku bila Ari Muladi yang telah dijerat dengan pasal penggelapan dan penipuan, telah datang ke KPK. Anggodo bahkan mengaku pada Hadiatmoko bila Ari telah ikut rapat bersama Chandra. Dan hal ini pun sempat ditanyakan Hadiatmoko.
"CCTV di KPK, ada itu?" tanya Hadiatmoko.
"Ada waktu pertemuan itu pasti ada to pak, wong pertemuannya di ruang rapatnya Chandra, coba kalau Bapak mau tanya Suparman (perwira polisi) saja pak?" jelas Anggodo.
Tidak lama, Hadiatmoko pun mengaku akan menelusuri keterangan Anggodo itu. "Ya, saya tanyakan ya," terang suara mirip Hadiatmoko.
Jaksa Agung Hendarman Supandji menantang agar rekaman yang berisi rekayasa kasus di KPK itu dibuktikan. Mantan Jamintel Wisnu Subroto membantah terlibat rekayasa kasus itu. Ia mengaku mengenal Anggodo dan pernah melakukan pertemuan dengan adik buron KPK itu. Namun ia membantah menerima mobil Mercedes Benz seri S 300 dari Anggodo.
Sementara Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan akan mendalami isu rekaman rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK itu. Sedangkan Susno dan Hadiatmoko tidak mau berkomentar.
(ndr/iy)










































