Hal tersebut disampaikan Bibit seusai membuka acara orientasi anggota DPRD Jateng di Hotel Sahid Jaya, Solo, Senin (26/10/2009).
Bibit menilai banyak terjadi penyimpangan fungsi waduk yang telah mengganggu fungsi utamanya sebagai penyedia air untuk irigasi persawahan warga di bawahnya. Dia banyak perusahaan air minum dalam kemasan yang saat ini memanfaatkan air waduk sebagai bahan bakunya.
Kondisi fisik waduk juga harus segera dibenahi karena banyak badan waduk yang retak sehingga banyak air yang hilang. Selain itu lahan di sekitar areal tangkapan air juga banyak yang tidak ditanami pohon mengikat air sehingga mempermudah penguapan.
"Penataan sudah sangat mendesak dilakukan, karena dari hari ke hari debit air waduk semakin berkurang. Kalau tidak segera atasi akan berdampak langsung pada sektor pertanian, khususnya padi yang selama ini menjadi salah satu andalan Jawa Tengah," ujarnya.
Penataan tersebut akan dilakukan secara menyeluruh termasuk penghijauan di sekitar areal tangkapan air, perbaikan badan waduk, penataan karamba warga serta penertiban pengambilan air untuk kebutuhan air minim dalam kemasan.
(mbr/djo)











































