mengutamakan loyalitas kepada pemerintah bukan kepada partai politik (parpol). Syarif pun siap jika diminta melepaskan jabatannya di Partai Demokrat (PD).
Hal itu diungkapkan Syarif Hasan usai Rapat Koordinasi National Summit 2009
di Kantor Menteri Perekonomian, Jakarta, pagi ini (26/10/2009).
Menurut Syarif yang masih menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP PD, kepentingan negara harus ditempatkan di atas kepentingan parpol maupun golongan. Syarif menegaskan dirinya bekerja untuk menyukseskan program pemerintah.
"Saya siap melepaskan jabatan struktural di parpol, karena ingin berfokus
pada kinerja pemerintah dalam membantu presiden. Saat ini prioritas saya
pada tugas negara. Kalau untuk urusan parpol sudah ada yang mengurus," tegas Syarif.
Syarif mengharapkan agar pihak PD juga memegang prinsip loyalitas terhadap negara. Mengenai jabatan rangkap yang diembannya kini, Syarief menyatakan masih dalam pembahasan internal partai.
Sementara, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang juga merangkap sebagai Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan loyalitasnya sudah berpindah kepada negara sejak keberadaannya dalam kabinet.
"My loyality to the party ends when loyality to the state begin," ujar Hatta.
(nia/nwk)











































