"Saya belum terima. Nanti kita dalami dulu," kata Kapolri usai membuka acara workshop bagi perwira tinggi Mabes Polri di Hotel Safari Garden, Cisarua, Bogor, Senin (26/10/2009).
Namun pada prinsipnya, Kapolri menegaskan tidak ada rekayasa dalam penyidikan pimpinan KPK nonaktif Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.
"Tapi prinsip, saya pertanggungjawabkan bahwa dalam penyidikan kasus KPK tidak ada rekayasa. Tolong ya, ini nanti bisa dibuktikan dalam proses berjalan sampai dengan di Kejaksaan. Berkas kita sampai sana kan nanti sidang terbuka. Apakah nanti dalam penyidikan ada rekayasa atau tidak, itu yang penting," papar Kapolri.
"Kalau ada transkip nanti kalau sudah sampai ke saya, saya dalami. Saya akan lakukan langkah-langkah berikutnya kalau itu benar. Jadi kita tidak boleh berandai-andai," lanjut dia.
Isu pemberian mobil mewah kepada dua pejabat penting di Kejagung ini menggelinding dan diberitakan detikcom pada 6 Oktober 2009. Isu ini semakin kuat setelah muncul rekaman rekayasa Anggodo, pejabat Polri, dan dua pejabat Kejagung dalam rangka mengkriminalisasi KPK.
(aan/iy)











































