Buku biografi Corby yang ditulis oleh Kathryn Bonella menceritakan secara detil tentang kehidupan wanita cantik ini di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali, atau yang disebut Corby dengan istilah 'Hotel K'.
Bonella menghabiskan 18 bulan untuk wawancara dengan Corby, sipir, dan para penghuni lapas lain. Penulis ini menyebut dunia yang dihadapi Corby saat ini adalah sesuatu yang awalnya tak terpikirkan menjadi sebuah kebiasaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara kerumunan para terpidana dengan latar belakang berbeda itulah, Corby berada. Corby yang telah menghabiskan waktunya selama 5 tahun di LP Kerobokan, yang disebut Bonella sebagai hari-hari yang penuh horor.
Dalam buku itu juga Corby bercerita, pernah suatu pagi dia melihat seorang narapidana tewas di penjara. Corby tak bereaksi. Dia menanggapi dingin kejadian yang dialami oleh rekannya sesama narapidana itu.
"Semua penghuni tahanan juga diam dan cuek. Meskipun mereka tahu bahwa kematian ini adalah akibat kejahatan besar," kata Bonella mengutip isi buku tersebut.
Bonella juga menceritakan, para sipir secara rutin menerima ratusan dolar lantaran memberikan sel yang lebih layak kepada si penyogok. Sipir juga menerima ratusan dolar lantaran bersedia menjadi pemuas nafsu para penghuni tahanan.
Lain halnya dengan Ranea Lawrence, yang merupakan satu-satunya wanita anggota 'Bali Nine' digambarkan dalam buku tersebut sebagai playboy di penjara wanita.
"Dia begitu besar, perkasa dan maskulin, punya banyak uang dan orang barat. Para wanita penghuni penjara sengaja dengan ikhlas melacurkan diri padanya," cerita Bonella.
(anw/fiq)











































