Seperti dilansir AFP, Minggu (25/10/2009), peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 waktu setempat di sebuah jalan yang ramai dipadati kendaraan. Belasan mobil serta pipa saluran air juga rusak akibat ledakan tersebut. Akibatnya luapan air tumpah bercampur dengan darah memenuhi sekitar area ledakan.
Usai ledakan, pemerintah setempat langsung menutup jalan. Petugas pemadam kebakaran langsung datang ke lokasi untuk memadamkan api akibat ledakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah insiden ini terjadi, Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki langsung meninjau lokasi ledakan yang terletak di Salhiyeh, Baghdad.
Sementara itu, juru bicara pemerintah, Ali al-Dabbagh menyatakan,Β peledakan ini merupakan awal dari teror yang akan mengancam pemilu parlemen pada Januari 2010 mendatang.
"Ini adalah ulah Al Qaeda dan para sekitunya," ketus Ali.
(anw/anw)











































