"Ibarat diangkatnya seorang kolonel tak berprestasi menjadi panglima TNI. Lalu tak adakah jenderal yang lebih cakap?" kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Sabtu (24/10/2009).
Menurut Tjahjo, pengangkatan Endang itu pun dinilai telah menciderai sistem karir kepegawaian di Indonesia. Dalam usia menjelang pensiun, Endang masih berstatus eselon II. Itu menunjukkan Endang bukan pegawai yang berprestasi.
Secara tiba-tiba, Endang harus memimpin struktur departemen yang sangat besar dan membawahi ratusan pejabat eselon I. "Ini aneh dan patut dipertanyakan. Apa sebenarnya motif SBY mengangkat dia? Kecuali dia orang luar atau mungkin seorang politikus," kata Tjahjo.
(gus/sho)










































