Tiba-tiba saja, kompor itupun terbakar. "Api-api," teriak sekelompok pembatik di lokasi batik massal di Sevilla School, Pulo Mas Jakarta Timur, Sabtu, (24/10/2009).
Tak berapa lama, pemadam kebakaran kecil langsung disemprotkan. Api padam, lantas merekapun kembali mengerubungi kompor untuk membatik lagi. "Ha..ha...asyik ya membatik itu," kata Stella (29), karyawan swasta yang sehari-hari berkecimpung di dunia IT ini.
Membatik massal ini diikuti dari semua umur, dari anak TK hingga usia dewasa. Mereka membatik di atas kain putih yang telah digambar dulu dengan pensil. "Ini pertama kali. Mengasyikkan," kata Grace (9), salah seorang siswa Sevilla School.
Akibat banyaknya pembatik amatir, tak ayal, 150 meter, 30 kg malam, 1.732 canting dan 300 wajan digunakan. Wajah riang, senang, serius, teliti, dan telaten terpancar dari muka-muka pembatik.
"Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kecintaan kami terhadap batik sekaligus upaya untuk meningkatkan kesadaran generasi muda sebagai warisan budaya yang telah diakui dunia," ujar Presdir Sevilla International School, Sudhamek AWS saat membuka acara membatik massal. (asp/gah)











































