Mobil Dinas Ketua DPRD Riau Senilai Rp 1,8 M

Mobil Dinas Ketua DPRD Riau Senilai Rp 1,8 M

- detikNews
Sabtu, 24 Okt 2009 10:02 WIB
Mobil Dinas Ketua DPRD Riau Senilai Rp 1,8 M
Pekanbaru - Diam-diam DPRD dan Pemprov Riau sepakat menyediakan mobil dinas sang ketua dewan senilai Rp 1,8 M. Fasilitas dinas inipun banyak menuai protes.

DPRD Riau masa bakti 2009-2014 beberapa waktu lalu baru saja dilantik. Belum ada agenda kerja yang menjadi prioritas para wakil rakyat itu. Namun agenda yang lebih dulu mereka bahasa adalah soal fasilitas kendaraan.

Untuk tahap pertama, penyediaan mobil dinas para pimpinan dewan. Untuk jatah ketua, disediakan mobil Toyota Crown keluaran terbaru yang disebut-sebut senilai Rp 1,8 M. Mobil itu kini sudah dipergunakan Johar Firdaus selaku ketua dewan dari Fraksi Golkar. Selanjutnya mobil dinas wakil ketua berjenis Toyota Camry yang nilainya sekitar Rp 800 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahapan berikutnya, dalam tahun ini juga akan disediakan mobil dinas untuk masing-masing unsur ketua fraksi. Untuk unsur pimpinan fraksi ini uang rakyat juga bakal digelontorkan miliaran rupiah.

Pada anggaran tahun 2010 tahun depan, bakal ada penyedian yang sama untuk anggota dewan. Total unsur
ketua dan fraksi di DPRD Riau berjumlah 55 orang. Penyediaan mobil dinas mewah inilah banyak mendapat kecaman dari masyarakat.

"Saya tidak tahu pasti soal harga itu. Tapi di media sudah gencar ditulis seharga Rp 1,8 miliar. Sungguh angka yang fantastis di tengah sulitnya perekonomian masyarakat saat ini. Seakan dewan hanya mau pamer dengan fasilitas yang diberikan," kata Direktur Sosio Audit Indonesia, Zakirman, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (24/10/2009) di Pekanbaru.

Menurutnya, semestinya para wakil rakyat itu bekerja dulu menunjukan program kerjanya untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Jika menunjukan kinerjanya dulu, dengan demikian rakyat merasa terwakili.

"Ini belumlah apa-apa sudah memikirkan apa yang akan dia dapatkan dari jabatannya itu. Mereka bukannya berebut ide bagaimana menyejahtrakan rakayat, tapi lebih memikirkan bagaimana mereka sejahtra ditengah kemelaratan rakyat," sindir Zakirman.
(cha/sho)


Berita Terkait