"Pengiriman kekuatan yang baru dikirim kemarin ada 3 tim dengan memiliki keahlian spesifikasi. Sementara ini tetap kita mengacu di sana ada pelaku bersenjata dan ini akan kita jadikan target untuk kita ungkap," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (23/10/2009).
BHD mengatakan, dari awal peristiwa penembakan pertama terjadi, TNI-Polri sudah mempunyai satgas gabungan yang dipimpin Kapolda Papua. Hingga kini terus dilakukan langkah pencegahan dan penindakan tetapi masih terus terjadi.
"Kami kemarin baru kirim unit khusus itu ke Timika. Kita berharap tim yang diberangkatkan ini ada targetnya. Targetnya kita tidak ingin ini terus terjadi. Harus ada keberhasilan," tegasnya.
Menurut BHD, dalam pencegahan kasus penembakan itu, polisi memang mengalami kesulitan. Karena itu tim khusus ini diberikan target harus ada keberhasilan dalam penyelesaian kasus ini.
"Kita lakukan upaya yang lebih dinamis dengan kita melihat pola yang lalu. Insya Allah kita pakai target sekarang," imbuhnya.
(gus/iy)











































