Demikian papar Presiden SBY tentang UKP4. Ini dia sampaikan dalam pengantar membuka sidang paripurna pertama KIB II di Kantor Setneg, Jl Majapahit, Jakarta, Jumat (23/10/2009).
"AdaΒ unit kerja yang menjadi tangan saya,Β mata saya dan telinga saya. Akan saya beri wilayah agar tidak bertabrakan dengan menko," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut SBY lembaga dengan tugas semacam itu dibentuk berdasar pengalaman KIB I. Di periode pertama pemerintahannya, banyak sekali ditemukan masalah yang menghambat pelaksaan program pembangunan di daerah, seperti tumpang tindih aturan, tidak jelasnya pembatasan wewenang, tata ruang yang tidak konsisten, lemahnya koordinasi dan lain sebagainya.
Merujuk pengalaman itu muncullah keperluan adanya lembaga khusus bertugas mengawasi dan mengendalikan pembangunan. Sekaligus membuka sumbatan yang membuat macet dan bisa menjadi pangkal gagalnya target pembangunan tercapai.
"Tanpa kontrol, reward and punishment, tanpa upaya mengurai kekusutan dan pecah kemacetan, maka sasaran yang kita capai tidak akan seperti yang kita harapkan," jelas SBY.
(lh/nrl)











































