"Pelaku diperkirakan lebih dari empat orang. Kini masih dalam pengejaran polisi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda Dwilaksana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Jumat (23/10/2009).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, seisi rumah korban tengah tertidur lelap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pagar temboknya cukup tinggi, sekita 10 meter. Namun bila dari perkampungan, letaknya lebih rendah," ujarnya.
Untuk memasuki rumah korban, pelaku memanjat tembok setinggi 10 meter itu. Dengan menggunakan tali yang diikatkan di pohon rambutan, pelaku berhasil memasuki pekarangan belakang rumah korban.
Saat kejadian, kebetulan pintu belakan rumah korban dalam keadaan tidak terkunci. Sehingga pelaku dengan mudah memasuki rumah tersebut.
Aksi tersebut diketahui oleh pembantu rumah. Pelaku kemudian membekap mulut 2 pembantu yang bernama Tuheni dan Tulika dan menodongkan golok.
Pelaku lainnya memasuki kamar Teddy. Teddy yang terbangun diancam akan dibunuh jika berteriak.
Pelaku kemudian menggasak uang tunai lebih dari Rp 100 juta, emas batangan dan berlian yang bernilai total Rp 600 juta.
(mei/nrl)











































