"Sampai sekarang saya hormat pada beliau karena beliau punya kelebihan, keahlian, peran besar," kata SBY kepada wartawan sebelum sidang perdana Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II di kantor Sekretriat Negara (Setneg), Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2009).
SBY memanggil Nila dalam audisi menteri hari Minggu (18/10/2009). Terhadap seleksi ini, SBY mengaku bahwa Nila memang memiliki keunggulan-keunggulan. Namun, SBY akhirnya memutuskan tidak menempatkan Nila di Depkes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum memutuskan tidak menempatkan Nila sebagai Menkes, Presiden SBY mengaku selama dua hari membahas hasil uji kesehatan fisik dan psikotes bersama tim kecil dan tim kedokteran. Lantas, SBY juga sudah berkonsultasi dengan Setneg. "Pada waktunya nanti saya akan bertemu dengan beliau. Ini bukan sesuatu yang luar biasa," ujar dia.
SBY yakin bahwa Nila akan memiliki peran dan tugas lebih bermanfaat bagi masyarakat di banding bila berada di pos yang lain. "Saya berharap belaiu masih bisa emban tugas di wilayah lain di mana belum tentu kita semua bisa melakukannya," ujar SBY.
(asy/nrl)











































