"SBY tidak maksimal memilih putra bangsa terbaik untuk mendukung pemerintahannya lima tahun mendatang, masih banyak yang lebih profesional di bidang tugas kementerian yang ada," kata Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo dalam pesan singkat kepada detikcom, Jumat (23/10/2009).
Menurut Tjahjo, SBY sebenarnya memiliki keleluasaan penuh dalam memilih pembantunya. Namun demikian SBY seperti terpaku dengan apa yang disodorkan oleh parpol pendukungnya.
"Pak SBY sebagai presiden terpilih mempunyai hak prerogatif menyusun kabinet yang tersandera dengan usulan nama-nama dari partai koalisinya," ungkap Tjahjo.
Tjahjo berharap SBY bijak dan mengganti menteri yang gagal menunjukkan kualitasnya. "Pasti akan ada evaluasi 100 hari, kalau hasil telaah Presiden SBY menunjukkan bahwa kabinet dianggap kurang ya harus berani mengganti menterinya agar program SBY berhasil," tandasnya.
(van/nrl)











































