Kondisi listrik di Pekanbaru, sebagai ibukota Provinsi Riau, dalam dua tahun terakhir semakin parah. Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Wilayah Riau-Kepri semakin tidak terkendali. Masyarakat banyak yang mengutuk atas krisis listrik yang berkepanjangan ini.
“PLN Riau ini sebanarnya maunya apa ya. Sudah tahu kekurangan daya, masak tidak ada solusi untuk mengatasinya. Giliran Munas Golkar PLN bisa mengatasi krisis dan tidak pernah terjadi pemadaman. Tapi kok giliran kepentingan masyarakat, PLN tidak mau tahu,” keluh Syahrul Himawan warga Pekanbaru kepada detikcom, Jumat (23/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bukannya malah berkurang durasi pemadaman itu, tapi malah bertambah. Kita benar-benar muak dengan kondisi yang ada saat ini,” kata Syahrul warga Panam itu.
Keluhan listrik ini sebenarnya sudah menjadi perbincangan setiap hari warga Pekanbaru. Berbagai elemen masyarakat berulang kali menyampaikan protesnya kepada PLN. Namun apa yang menjadi keluhan warga itu tidak pernah digubris PLN Wilayah Riau-Kepri di bawah kepimpinan Robert Aritonang yang menjabat dalam dua tahun terakhir ini.
“Baru kali ini sepanjang hidup di Pekanbaru pemadaman listrik terjadi sampai 15 jam. Kita di Riau ini sudah kembali seperti zaman sebelum kemerdekaan tidak ada penerangan. Hidup listrik hanya 9 jam, itu sama saja kita tidak punya aliran listrik,” keluh Suwardiman warga lainnya.
(cha/lrn)











































