ADVERTISEMENT

Endang Rahayu: Saya Dekat dengan Namru, Belanda, Jepang, China

- detikNews
Kamis, 22 Okt 2009 23:03 WIB
Jakarta - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengakui kedekatannya dengan Naval Medical Research Unit (Namru). Tak hanya dengan Namru, Endang mengaku dekat dengan negara lain dalam kapasitas sebagai peneliti.

"Jadi saya dekat dengan Namru, saya dekat dengan Belanda, saya dekat dengan NIID (National Institute of Infectious Diseases) di Jepang, saya dekat dengan China, ada penelitian malaria. Sebagai peneliti kita dekat dan bekerja sama. Jadi tidak ada saya dekat dengan ini, tidak dekat dengan itu. Itu semua berbasis profesional kerjasama," tegas Menkes Endang Rahayu ketika ditanya perihal kedekatannya dengan Namru.

Hal itu disampaikan Menkes dalam Sertijab di Gedung Depkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2009).

Menurut Endang, kerjasama dengan dunia internasional itu diperlukan karena semua penyakit berpotensi untuk menjadi pandemi. Selain itu dalam era globalisasi ini, satu negara tidak bisa bekerja sendiri untuk penelitian di bidang kesehatan ini.

"Jadi kerjasama diperlukan. Tapi kita harus ingat, dalam kerjasama itu harus fair, setara, transparan, equal antara kedua belah pihak dan tentu saja menguntungkan bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Sementara mantan Menkes Siti Fadilah Supari menambahkan kerjasama dengan Namru telah resmi dihentikan sejak 16 Oktober 2009. Nantinya akan dibentuk satu forum kerjasama antara AS dan Indonesia dengan lembaga bernama Indonesia USAaid Center for Biomedical and Publichealth Research (IUC).

"IUC akan dibentuk setelah Namru ditutup sampai nanti Desember (2009). Tidak ada masalah lagi tentang Namru. Nanti program ini (IUC) akan diteruskan oleh dokter Endang," jelas Siti Fadilah.

Endang pun menambahkan kerjasama yang baru nanti akan dilanjutkan tanpa melibatkan pihak militer Amerika Serikat (AS) seperti halnya Namru-2.

"Sudah cukup jelas. Kerjasama akan terus dilanjutkan dalam bentuk yang sipil. Antara Depkes Indonesia dengan Human Health and Services, Depkes-nya Amerika," tegas wanita berambut cepak ini.

(nwk/lrn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT