"Yang paling penting kita harus memberikan kesempatan lebih dahulu untuk bisa bekerja," kata Pramono Anung.
Hal itu dikatakan Pramono sebelum acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Ikatan Alumni ITB di Auditorium Kantor Pusat PLN, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (22/10/2009) malam.
Hadir dalam cara Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni ITB Hatta Rajasa, Ketua BNP2TKI Jumhur Hidayat dan Dirut PLN Fahmi Mochtar.
Menurut Pramono, Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensil yang memberikan hak prerogatif kepada presiden untuk mengangkat, mengevaluasi atau memberhentikan menterinya. Ia pun meyakini SBY akan melakukan perbaikan jika kabinet tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Saya kenal betul Pak SBY, tipikalnya semua harus berjalan sesuai apa yang diinginkan," kata pria yang juga Wakil Ketua DPR ini.
Menurut Pramono, pro kontra dalam kabinet adalah hal yang wajar. Soal kontroversi dipilihnya Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai menkes, Pramono lebih menyerahkan hal itu pada evaluasi oleh Presiden nantinya.
"Kalau ada pro kontra bukan hanya menkes, tapi juga menteri yang lain. Presiden juga menekankan betul setiap waktu akan dievaluasi," ujarnya.
"Jangan sampai sesuatu yang belum clear belum terbukti, kan kasihan," pungkasnya.
(lrn/van)











































