"Melihat susunan kabinet sekarang, 60 persen menteri KIB II tidak memiliki kapasitas politik memadai," kata juru bicara Komite Bangkit Indonesia, Adhie Massardi kepada detikcom, Kamis(22/10/2009).
Adhie memberi contoh untuk Menkeu Sri Mulyani sebagai salah satu menteri bermasalah. Sri Mulyani menurutnya ikut bersalah dalam kasus Bank Century. Mari Elka Pangestu, menurut Adhie, juga tidak punya kapasitas politik perdagangan. Buktinya, lanjut Adhie, pasar Indonesia justru didominasi oleh barang impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebut saja menteri siapa, bandingkan dengan tugas dan tanggungjawabnya,pasti tidak cocok dengan yang harus dikerjakannya," papar mantan jubir Gus Dur itu.
Adhie meminta agar masyarakat mau berbesar hati mengubur harapan adanya peningkatan kesejahteraan. Masyarakat diminta tetap terus mengkritisi kebijakan kabinet jika tidak pro rakyat.
"Secara umum, KIB II tidak akan membawa kita ke mana-mana," tegasnya.
Meski begitu, Adhie menyambut positif Hatta Radjasa yang ditempatkan sebagai Menko Perekenomian. Oleh Adhie, Hatta belum memiliki track record yang buruk dalam perekonomian untuk rakyat.
"Satu hal yang positif, Hatta Radjasa meskipun tidak memliki kompetensi di sektor ekonomi, tapi dia tidak punya track record menyakiti perekonomian rakyat seperti pendahulunya," pungkasnya.
(van/lrn)











































