"Gelombang ini akan terjadi di perairan Maluku. Kami minta para nelayan dan pelayaran wasapada dengan gelombang laut ini," ujar Kepala BMG Ambon, Beny Sipolo, kepada detikcom via selular, Kamis (22/10/2009).
Hal ini juga dipertegas dengan adanya peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi Pusat yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku. Peringatan itu berlaku tanggal 20 hingga 26 Oktober 2009.
Berdasarkan data tersebut, gelombang setinggi 4 hingga 5 meter berpeluang terjadi di Laut Arafura. Sedangkan gelombang dengan ketinggian 2 hingga 3 meter diperkirakan bakal terjadi di perairan Aru Selatan dan Laut Aru.
Pada 21 Oktober 2009 kemarin, kata Sipolo, gelombang setinggi 3 hingga 4 meter terjadi di Laut Banda Bagian Selatan dan Laut Arafura. Tanggal 22-25 Oktober, gelombang setinggi 2-3 meter diperkirakan terjadi diperairan Laut Arafura Bagian Selatan, Laut Banda, Kepulauan Damar dan Tanimbar serta bagian selatan Ambon. Dan pada 26 Oktober gelombang setinggi 2-3 meter diperkirakan terjadi di Laut Arafura Bagian Timur.
"Dari prediksi cuaca dan kondisi laut, kami minta nelayan dan pihak pelayaran untuk hati-hati dan waspada dengan kondisi tersebut," pinta Beny Sipolo.
Sipolo meminta pihak pelayaran untuk sebelum melakukan pelayaran, agar berkoordinasi dengan Adpel setempat.
Di tempat terpisah, kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Ambon, Benny Tangkuman, yang dikonfirmasi mengaku belum menerima surat pemberitahuan dari pihak BMG Ambon terkait peringatan dini dan kondisi gelombang laut yang akan disebarluaskan ke masyarakat. Namun demikian dirinya menyatakan pihaknya tetap akan menindaklanjuti setelah menerima laporan dari BMG.
"Biasanya ketika informasi perkembangan cuaca diterima Adpel Ambon, langsung diteruskan ke kantor-kantor kakanpel terdekat, sehingga mereka bisa mengikuti perkembangan cuaca yang diberikan," tandasnya
(han/djo)











































