"Saya sedang di taman, terus tanpa sebab yang jelas tiba-tiba ditangkap," kata Ali Akbar (32), seorang pria bertato yang ditangkap polisi di Mapolres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta, Kamis (22/10/2009).
Tubuh Ali memang penuh dengan tato. Sehari-hari, dia pun biasa mangkal di Terminal Tanjung Priok. "Ya ini sih sudah yang kesekian kali. Nanti juga dilepas," ujar Ali enteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Adeks Yudiswan, operasi razia preman yang digelar selama satu hari ini bertujuan untuk meminimalisir kejahatan di jalan.
"Dari 200 orang ini, 28 di antaranya terlibat langsung aksi kejahatan, baik yang kedapatan membawa senjata tajam, judi, maupun, minum-minuman keras. Sementara 172 orang lainnnya akan dipulangkan setelah mendapat pembinaan," terangnya.
Adapun yang dijadikan sasaran tempat yang diduga rawan yakni di terminal Tanjung Priok, Pusat perbelanjaan dan perempatan jalan raya.
"operasi akan dilakukan sepanjang banyak preman yang berkeliaran," tutupnya.
(ndr/iy)











































