Demikian disampaikan Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar, Dody Ruswandi, kepada detikcom melalui telepon, Kamis (22/10/2009). Jalur utama yang rawan longsor tersebut, menurut Dody, berada di arah utara, selatan dan timur kota Padang.
"Tiga jalur tersebut yakni Kawasan Lembah Anai di Kabupaten Padang Pariaman, Kawasan Sitinjau Laut dan perbatasan Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan," ujarnya.
Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, kata Dody, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberlakukan sistem buka tutup jalan bila turun hujan.
"Tiga tempat itu saat ini kondisinya sangat rawan karena bukit-bukit di kiri kanan jalan retak-retak setelah gempa. Pada saat hujan, kemungkinan longsor sangat tinggi," kata dia.
Selain di tiga jalur tersebut, sejumlah ruas jalan lain di Sumbar juga rawan terban dan longsor pasca gempa. Titik rawan tersebut antara lain terletak di di Palupuh (Kabupaten Agam), Kumpulan (Kabupaten Pasaman) dan Pangkalan (Kabupaten 50 Kota).
"Setiap hari kawasan Lembah Anai dilalui sekitar 25 ribu kendaraan, kawasan Sitinjau Laut sekitar 18 ribu kendaraan tiap hari. Sementara, jalur Padang - Pesisir Selatan dilintasi kenderaan sekitar 14 ribu kendaraan per hari," tukasnya.
(yon/djo)











































