"Paling tidak ada penjelasan dari jubir Istana, atau Sekretariat Negaralah. Kalau Presiden tidaklah, terlalu tinggi," ujar pengamat politik LIPI Lili Romli dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (22/10/2009).
Lili mengakui dirinya kaget saat mengetahui nama Menkes yang baru bukanlah Nila. Menurutnya, Nila merupakan orang yang sangat mengerti dunia kesehatan. "Saya setuju kalau Nila yang ditunjuk. Kan dulu dia mem-back up suaminya (mantan Menkes Farid Anfasa Moeloek) saat menjabat Menteri Kesehatan," ucap dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak ada pemberitahuan seperti ini kan dampak psikologisnya yang dikhawatirkan. Paling tidak yang bersangkutan diberi tahu," tuturnya.
Dikatakan dia, proses rekrutmen para menteri yang sengaja dibuat sangat terbuka dan transparan oleh SBY, mengharuskan adanya penjelasan bila ada kandidat yang tidak lolos. Kalau memang tidak ada penjelasan, mungkin untuk ke depan tidak perlu ada rekrutmen terbuka seperti ini.
"Memang ada hak prerogatif presiden, tapi proses rekrutmennya kan terbuka sekali, kalau ada yang tidak lolos pun juga harus terbuka dong. Ada penjelasan, jadi publik tahu apa tolok ukur yang lolos dan apa yang tidak," tegasnya.
(nvc/nrl)










































