Demikian klarifikasi Sholeh Ali, kuasa hukum Majalah Tempo dari LBH Pers, terkait berita detikcom berjudul "Berdamai dengan Munarman, Tempo Tawarkan Wawancara Ulang" yang turun Rabu 21 Oktober 2009.
"Yang benar adalah tawaran dari majelis hakim, yang semula Munarman melalui kuasa hukumnya menawarkan minta maaf dan Tempo menolak tawaran itu. Tawaran itulah yang pertama muncul. Apakah benar Tempo yang menawarkan? Yang benar adalah perdamaian itu kesepakatan yang saling menguntungkan," ujar Sholeh Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memprotes tanggapan pengacara tentang perdamaian yang demikian karena kurang etis," tandas Sholeh.
(nrl/iy)











































