"Yang mengisi pos banyak latar belakangnya tidak cocok. Hampir semua menteri dari partai menempati pos yang tidak disertai latar belakang dan pengalaman. Misalnya saja Menhut, Menkominfo, Menneg PDT, dan lain-lain," kata pengamat politik Andrinof Chaniago saat dihubungi detikcom, Kamis (22/10/2009).
Menurut Andrinof, ketiadaan latar belakang dan pengalaman itu belum tentu menjadi gangguan. Sebab ada sejenis politisi yang memang mumpuni diletakkan di bidang mana pun dan selalu sukses menjalankan tugas-tugasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain akan menjadi tantangan bagi SBY dan para menteri, kehadiran kalangan parpol itu juga akan menjadi tantangan bagi parpol yang bersangkutan untuk membuktikan kemampuan kadernya. "Ini menjadi taruhan soal gagal dan berhasil," kata Andrinof.
Meski begitu, Andrinof bersyukur pos-pos strategis yang mempunyai alokasi anggaran besar seperti Mendiknas, Menkes, Menhut, dan Menneg BUMN diberikan ke kalangan profesional.
"Untungnya SBY sudah mengamankan pos-pos penting tersebut dan diserahkan ke orang-orang yang ahli, terpercaya, dan nonpartisan," kata Andrinof.
Lihat:
Susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II (sho/nrl)











































