Kisah di Balik Batalnya Nila Jadi Menkes dan Munculnya Endang Rahayu

Kisah di Balik Batalnya Nila Jadi Menkes dan Munculnya Endang Rahayu

- detikNews
Rabu, 21 Okt 2009 23:46 WIB
 Kisah di Balik Batalnya Nila Jadi Menkes dan Munculnya Endang Rahayu
Jakarta - Sejak Rabu (21/10/2009) pagi, isu tak sedap muncul. Ada lima calon menteri yang memiliki hasil psikotes kurang baik. Salah satu dari lima calon menteri itu adalah Nila Juwita Moeloek. Lantas, bagaimana nama Endang Rahayu Sedyaningsih bisa muncul?

detikcom telah menelusuri kisah ini ke berbagai narasumber, termasuk kepada sumber-sumber di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Proses pencarian calon Menkes baru ini dilakukan Tim SBY setelah hasil psikotes Nila Moeloek kurang menggembirakan. Hasilnya, konon jauh dari standar.

Meski isu hasil psikotes  ini sudah dibantah Mensesneg Hatta Rajasa, namun isu ini terus menggelinding. Belum ada penjelasan dari Nila Moeloek tentang hal ini. Wartawan yang mendatangi rumahnya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu malam,  tidak bisa menemuinya untuk meminta konfirmasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencarian calon Menkes baru sebagai pengganti Nila membuat Tim SBY berkonsultasi kepada FKUI. Setelah berdiskusi panjang dengan FKUI, pada Selasa (20/10/2009) malam, Tim SBY disodori nama seorang dokter yang memiliki kredibilitas bagus.

"Tapi nama dokter yang disodorkan ke Tim SBY adalah laki-laki. Pihak SBY benar-benar meminta dari kalangan perempuan. Namun, malam itu belum ketemu dokter perempuan yang cocok dijadikan Menkes," ujar sumber itu.

Sampai akhirnya, pada Rabu (21/10/2009) pagi, muncul kabar bahwa Endang Rahayu Sedyaningsih disodorkan kepada Tim SBY. Banyak dokter di FKUI tidak begitu kenal Endang.

Setelah ditelusuri, Endang Rahayu adalah kepala laboratorium di Namru (Naval Medical Research Unit) dan bekerja di Litbang Depkes. Dia mendapat gelar dokter dari FKUI tahun 1979 dan menggondol Phd dari Harvard University, Amerika Serikat. Endang bersuamikan orang dari kawasan Indonesia Timur.

Namru? Begitu nama laboratorium ini disebut, maka banyak orang teringat kasus Namru yang cukup menghebohkan beberapa waktu lalu. Adalah Menkes Siti Fadillah Supari yang menggemborkan kasus ini. Izin Namru yang sudah habis pun terungkap. Bahkan saat itu Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal disebut-sebut terlibat dalam perpanjangan izin Namru.

Lantas, mengapa Endang dipilih? Hanya SBY yang tahu. Kabarnya, Endang datang ke Cikeas pukul 13.45 WIB dengan ditemani Dino dan calon Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. Namun, para wartawan tidak mengetahui bahwa yang datang ke Cikeas adalah calon Menkes. Saat mengumumkan susunan kabinetnya pada pukul 22.00, SBY benar-benar menyebut Endang sebagai Menkes. Selamat! (asy/sho)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini