"Kita menduga dia diracuni," kata teman dekat korban, Mosses Sabono di RSCM, Jl Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2009).
Mosses menceritakan, kejadian itu berawal saat Salvaster keluar dari wisma Selasa (20/10/2009) malam. Ia baru pulang pagi harinya, Rabu sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu kondisi Salvaster setengah sadar.
"Entah minuman atau kena racun. Dia malamnya sempat ke Hotel Surya di Jl Batu Ceper. 1 KM dari Wisma KONI," jelasnya.
Tidak lama, lanjut Mosses, Salvaster masuk ke kamarnya dan berterik-teriak minta tolong. Teman-teman yang ada di wisma menganggap Salvaster dalam keadaan mabuk. 5 Menit kemudian, suara Salvaster tidak kedengaran lagi.
"Kita naik ke kamarnya di atas lantai 2. Tiba-tiba kita lihat posisi dia dalam keadaan duduk di kursi. Di kamarnya sudah banyak kotoran terus dia juga muntah-muntah," imbuhnya.
Menurut Mosses, dari luar fisik Salvaster tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Yang ada hanya busa yang keluar dari mulutnya.
"Kita cek dia dalam keadaan duduk tidak bernafas," katanya.
Karena khawatir terjadi sesuatu, Mosses dan teman-teman kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. "Karena kondisinya sekarat, kita ketakutan. Kita langsung lapor polisi untuk diusut tanpa membawa ke rumah sakit dahulu," ungkapnya.
Hingga kini jenazah Salvaster masih diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Usai diotopsi, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Papua.
"Kita curiga kematiannya tidak wajar. Sebelumnya sehat-sehat saja," katanya.
(gus/iy)











































