Insiden itu terjadi ketika kereta penumpang jurusan India Selatan-New Delhi menabrak bagian belakang kereta Mawar Express, demikian dilansir AFP.
Mewar Express sedang berhenti karena sinyal merah ketika kereta lain menyeruduknya dari belakang. "Ini termasuk bagian penyelidikan dan kesimpulan akhir baru dapat didapatkan setelah penyelidikan yang detail," ujar manajer rel kereta api lokal Rajendra Dutt Tripathi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah korban tewas hari ini adalah 21 orang," ujar juru bicara instruktur polisi lokal B.D. Polson.
Sementara itu, Rajendra menyatakan, pihaknya telah mengetahui 13 orang telah tewas dan 22 lainnya luka-luka. "Ada sebuah bunyi hentakan yang keras dan akhirnya kami terlempar dari tempat duduk. Orang-orang dan bawaan juga ikut jatuh dan kepanikan terlihat di mana-mana," ujar penumpang Mawar Express.
Kepala juru bicara rel kereta bagian utara R.D. Vajpayee menyatakan, pihak perusahaan akan membayarย 500,000 rupees (Rp 101,6 juta) kepada anggota keluarga korban tewas.
Sistem kereta api milik negara India masih menjadi sarana perjalanan jarak jauh utama di India. Setiap harinya, kereta membawa 18,5 juta orang.
(amd/iy)











































