Cikeas Sudah Pegang Surat Isu Pedofil Anggota DPR di Kamboja

Cikeas Sudah Pegang Surat Isu Pedofil Anggota DPR di Kamboja

- detikNews
Rabu, 21 Okt 2009 16:06 WIB
 Cikeas Sudah Pegang Surat Isu Pedofil Anggota DPR di Kamboja
Jakarta - Surat Licadho, sebuah LSM di Kamboja, tentang isu dua anggota DPR asal Indonesia yang terlibat kasus pedofil di Kamboja, menyebar luas. Bahkan, sejumlah mantan aktivis yang dekat dengan lingkaran SBY juga sudah terima. Sangat mungkin surat itu sudah sampai pada orang dekat SBY.

Mantan aktivis mahasiswa yang sejak 2004 hingga sekarang masih berada di lingkaran SBY mengaku juga mendapat surat berkop Licadho bertanggal 26 September 2005. Dia memperoleh surat itu belum lama ini.

Dia mengaku sudah menyerahkan surat itu kepada orang dekat SBY dengan harapan bisa disampaikan langsung ke SBY. "Tapi, apakah surat itu sudah sampai di meja SBY atau belum, saya tidak tahu pasti," ujar dia kepada detikcom, Rabu (21/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surat itu ditujukan kepada beberapa LSM di Indonesia. Isinya cukup mengejutkan bahwa ada dua politisi asal Indonesia yang ditangkap polisi Kamboja sekitar bulan Juli 2005. Tuduhannya serius: melakukan hubungan intim dengan gadis di bawah umur.

Siapa politisi itu? Sayang, kedua politisi asal Indonesia itu tidak disebut dalam surat itu. Tapi, barangkali gara-gara beredarnya surat inilah yang akhirnya memunculkan isu ada pedofil di jajaran calon menteri SBY.

Ada cuplikan menarik dari dokumen surat berbahasa Inggris yang beredar itu: "Mungkin pihak kepolisian atau pemerintah setempat telah 'menyelesaikan' kasus ini melalui cara diplomatis dan secara finansial, sehingga kasus ini tidak pernah diungkap ke pers maupun LSM-LSM yang ada. Kantor pemerintah provinsi telah sepakat untuk memeriksa kebenaran isu ini melalui sebuah kerja sama dengan polisi anti perdagangan manusia di Siem Reap. Pihak kami juga bekerja sama dengan seorang mantan polisi Prancis, Christian Guth, yang sekarang bekerja untuk UNICEF, tepatnya di Departemen Anti Perdagangan Manusia."

Nah, saat dihubungi detikcom, Direktur Licadho, Naly Pilorge, mengaku tidak pernah berkirim surat tersebut. "Saya tidak mengirim surat ini ke Anda. Begitu juga ke orang lain," bantah dia.

Lain Naly Pilorge, lain pula pengakuan Christian Guth. Saat dihubungi detikcom, Guth mengaku ada kasus itu pada 2005 lalu. "Ya saya ingat kasus itu, tapi setahu saya mereka tidak ditahan," kata Guth. Guth menyebut dua politisi itu adalah anggota DPR yang sedang menghadiri sidang Asean Parliamentary Organization (AIPO).

Namun, Guth sudah lupa detil kasus itu. Yang dia ingat, dua anggota DPR dari Indonesia itu tidak ditahan dan dibebaskan dengan jaminan. Disebut-sebut dan belum bisa dikonfirmasi, jaminan yang dibayar sejumlah US$ 20.000. Wow! Kabarnya, kasus itu bukan murni pedofil, tapi bercampur dengan kasus pemerasan. Kedua anggota DPR itu mungkin menjadi korban sindikat pemerasan.

Nah, siapa dua anggota DPR itu? Nama dua anggota DPR iniย  belum muncul. Namun, gara-gara isu ini, kemudian muncul isu di Facebook: 'Tolak Pedofil Jadi Menteri'. Apakah dua anggota DPR atau salah satu dari keduanya masuk sebagai calon menteri SBY?

(asy/nrl)


Berita Terkait