Seperti dilansir AFP, Selasa (20/10/2009), Presiden Obama telah berbicara secara personal kepada Presiden Karzai dan saingan terberatnya, Abdullah Abdullah. Dia memuji keduanya atas kesediaan mereka menerima pemilu putaran kedua, serta kesabaran dan ketenangan mereka dalam menghadapi kekisruhan pemilu yang diwarnai isu kecurangan.
"Saya mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan Presiden Karzai pagi ini. Saya ingin mengucapkan selamat kepada dia karena bersedia menerima pengesahan hasil pemilu terbaru. Kita bisa melihat para kandidat menunjukkan kemauan untuk mematuhi undang-undang konstitusional, dan ada langkah ke depan untuk menyelesaikan proses pemilu," ujar Obama dalam jumpa pers di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, menanggapi jadwal pemilu Afghan putaran kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, juru bicara Obama Robert Gibbs mengatakan pasca penerimaan Karzai terhadap pemilu putaran kedua, keputusan Obama terkait strategi perang AS di Afghan akan dipertimbangkan kembali. Sementara terhadap pelaksanaan pemilu putaran kedua, dikatakan Gibbs bahwa AS, NATO dan tentara PBB telah siap sedia untuk turut mengamankan pelaksanaannya.
"Apakah presiden telah menentukan sikap sebelumnya, saya pikir memang belum ditentukan. Saya hanya bisa menyampaikan keputusan akan diambil pada minggu-minggu mendatang ketika presiden melakukan pemeriksaan terhadap kebijakannya," tutur dia.
Sebelumnya, seorang pejabat senior AS telah memperingatkan bahwa Obama tidak akan mampu untuk menyimpulkan review kebijakan dan memutuskan apakah memang akan mengirim tentara tambahan ke Afghan tanpa adanya rekanan pemerintah yang legitimate di Kabul.
(nvc/nrl)










































